Blog
October 31, 2022

Analisis Peta Batimetri di Perairan Tanjung Priok

Batimetri didapatkan dari hasil akuisisi instrumen MBES NORBIT iWBMS yang sudah terpasang pada perahu. Instalasi mbes memiliki sifat plug & play yang dapat dibongkar pasang ketika dilakukan survei batimetri ataupun tidak. Instalasi MBES NORBIT iWBMS tidak rumit dan tidak banyak kabel sehingga memudahkan dalam proses instalasi. Proses akusisi dilakukan pada dua lokasi survei yang telah ditentukan.

Pengolahan data MBES menggunakan software HYPACK 2018 dalam survei batimetri menghasilkan informasi tentang kedalaman serta bentuk topografi dasar laut yang bervariasi pada lokasi area batimetri berupa 3 dimensi (3D).

Pada gambar di bawah ini merupakan hasil batimetri lokasi survei area satu dan tampilan gambaran 3 dimensi (3D) topografi yang didapatkan dari hasil pengolahan terdapat seafloor yang tidak rata serta memberikan informasi kedalaman. Seafloor yang tidak rata merupakan bekas dari hasil dredging / pengerukan seafloor yang memiliki kedalaman maksimal 16 meter. Lokasi survei area satu memiliki kedalaman tertinggi sekitar 16 meter dan kedalaman terendah sekitar 11 meter dari bawah permukaan air laut.

 

Pada gambar di bawah ini merupakan hasil batimetri lokasi survei area dua dan tampilan gambaran 3 dimensi (3D) topografi yang didapatkan dari hasil pengolahan terdapat gundukan dan seafloor yang tidak rata serta memberikan informasi kedalaman. Pertama, gundukan tersebut memiliki kedalaman maksimal 3 meter yang menunjukkan informasi warna oren  dimana gundukan tersebut dekat dengan pulau reklamasi. Kedua, seafloor yang tidak rata merupakan bekas dari hasil dredging / pengerukan seafloor yang memiliki kedalaman maksimal 18 meter. Lokasi survei area dua memiliki kedalaman tertinggi sekitar 18.8 meter dan kedalaman terendah sekitar 3.2 meter dari bawah permukaan air laut.

Continue reading

Marketing Georama
Georama Karya Indonesia
Georama Karya Indonesia
Halo
Ada yang bisa kami bantu ?
Start Whatsapp Chat