Blog
October 31, 2022

Yuk Simak Bedanya GPS dan GNSS!

Teknologi penentuan posisi di permukaan bumi sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti saat menggunakan aplikasi Gojek dan Google Maps pada smartphone. Selain itu penentuan posisi juga digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan salah satunya adalah kegiatan pengukuran. Pengukuran dan penentuan posisi ini dapat dilakukan dengan metode terestris atau ekstra-terestris. Metode terestris dilakukan secara langsung di permukaan bumi sedangkan metode ekstra-terestris dilakukan melalui pengukuran terhadap objek atau benda di angkasa seperti bulan, bintang dan satelit.

Satelit merupakan salah satu objek buatan manusia yang banyak dimanfaatkan dalam penentuan posisi di permukaan bumi. Global Positioning System atau yang sering dikenal dengan GPS merupakan sebuah teknologi sistem navigasi yang memanfaatkan satelit dan dikembangkan oleh Amerika Serikat melalui United States Air Force (USAF). Cara kerja GPS adalah dengan memancarkan sinyal elektromagnetik yang kemudian diterima oleh receiver dan diolah menjadi informasi posisi.

Terdapat dua sistem koordinat referensi pada proses penentuan posisi melalui pengamatan menggunakan satelit GPS, yaitu CIS (Conventional Inertial System) dan CTS (Conventional Terrestrial System). CIS merupakan sistem yang digunakan dalam pendeskripsian posisi dan pergerakan satelit. Sedangkan sistem CTS digunakan dalam menyatakan posisi titik di permukaan bumi. Dalam penentuan ini, posisi titik di permukaan bumi diperoleh dalam bentuk koordinat kartesian tiga dimensi (X,Y,Z) yang mengacu pada sistem datum global  WGS 84 (World Geodetic System 1984).

GPS dapat digunakan setiap saat tanpa bergantung pada kondisi cuaca dan waktu. Selain itu, terdapat 24 satelit GPS yang memiliki ketinggian orbit sekitar 20.000 km di atas permukaan bumi. Hal ini menyebabkan GPS mampu menjangkau wilayah yang luas sehingga dapat digunakan oleh banyak orang disaat yang sama di berbagai wilayah. 

Perkembangan GPS memicu sistem navigasi bermunculan di berbagai negara lainnya. Saat ini terdapat berbagai sistem satelit navigasi selain GPS yaitu Galileo dari Uni Eropa, Glonass dari Rusia, QZSS dari Jepang, IRNSS dari India dan Compass/Beidu yang berasal dari China. Perkembangan ini kemudian memunculkan gagasan kerjasama untuk membentuk sistem navigasi global yang disebut GNSS.

GNSS (Global Navigation Satellite System) merupakan teknologi gabungan dari berbagai satelit navigasi yang digunakan dalam penentuan posisi global dan mampu memberikan informasi waktu dan posisi dengan memancarkan sinyal dalam berbagai frekuensi secara terus menerus. GNSS bekerja menggunakan sistem GPS sehingga semua penerima GNSS dapat kompatibel dengan GPS, tetapi sebaliknya penerima GPS belum tentu dapat kompatibel dengan GNSS.

Dengan adanya sistem gabungan maka ketersediaan satelit di dunia tidak perlu dikhawatirkan lagi sehingga proses akuisisi data dapat dilakukan di semua lokasi di permukaan bumi. Dalam pekerjaan penentuan posisi yang memerlukan ketelitian tinggi seperti pemetaan kadastral, laju deformasi dan pengukuran infrastruktur, penggunaan GNSS sangat membantu karena sinyal yang ditangkap dari berbagai satelit menjadi lebih banyak sehingga akurasi dan ketelitian yang didapatkan dapat mencapai hingga satuan milimeter. Baik GPS maupun GNSS merupakan teknologi sistem navigasi yang menawarkan hasil koordinat dengan akurasi dan ketelitian yang tinggi sehingga teknologi ini cocok digunakan dalam berbagai kegiatan terutama survey dan pemetaan.

Continue reading

Marketing Georama
Georama Karya Indonesia
Georama Karya Indonesia
Halo
Ada yang bisa kami bantu ?
Start Whatsapp Chat